Jumat, 06 Maret 2009

Sosok Mudah Penuh Inovasi



Membaca profilnya beberapa waktu lalu, pikiran saya langsung berteriak: WOWW..hebat sekali anak muda satu ini. Masih muda tapi kreativitasnya yang super inovatif sungguh membuat saya tak henti mengaguminya. Minatnya di dunia TI khususnya dalam bidang pengembangan software - yang menyertakan terobosan-terobosan baru di setiap karyanya - menguatkan persepsi saya tentang kemampuan dan kreativitasnya sebagai sosok muda berprestasi sekaligus inspiratif.

Siang ini akhirnya saya berkesempatan mengenal langsung sosoknya. Datang dengan terburu-buru karena mungkin ia sudah berpikiran terlambat dari jadwal yang telah ditentukan membuat wajahnya terlihat sedikit kurang tenang. "Hi, I am Baegawi. Nice to meet you," sapanya sambil mengulurkan tangan. Tak sempat berbincang banyak, ia langsung sibuk menyiapkan notebook Hewlett-Packard yang ia bawanya sambil mencari materi presentasi yang hendak ia sampaikan.

Waktu bergulir dan tampaknya ia mulai menunjukkan sifat sebenarnya. Dewasa dan matang. Meskipun saya pernah membaca di sebuah pemberitaan bahwa Baegawi pernah memperoleh penghargaan sebagai salah satu Top Achiever under 25 versi harian nasional The Straits Times, Singapore, namun saya masih belum tau saat ini ia berusia berapa. "I am 24 and SAA...Single and Available hehehehe," katanya sambil senyum. Wahh..24 tahun tapi sudah menduduki posisi CEO di perusahaan terkemuka tenCube. Hebat. Pikir saya lagi.

Kematangannya sebagai pebisnis tampak ketika ia menyampaikan presentasinya tentang software pengamanan data smartphone WaveSecure yang ia ciptakan bersama timnya. Namun ditengah kematangannya, ia tetap rendah hati. Setelah melakukan presentasi, ia menghampiri saya dan menanyakan bagaimana evaluasi saya terhadap cara ia berpresentasi. Di perbincangan selanjutnya, ia menyampaikan obsesinya untuk terus mengembangkan bisnis dan ragam kreasinya di pasar Internasional, termasuk Indonesia. Dia terlihat optimis. Mengingat software serupa yang sebelumnya telah ia pasarkan di pasar Singapura dan beberapa negara lainnya mendapatkan sambutan pasar yang cukup baik.

Pria Taktakan pemegang gelar B.Eng Degree in Computer Engineering dari National University of Singapore ini tampaknya memang pantas menjadi inspirasi bagi kaum muda. Di kala usianya masih muda, ia mampu mengoptimalkan daya pikirnya dalam berkarya dan telah memiliki sepak terjang bertaraf internasional. Saya sendiri menduga, sebenarnya banyak juga anak muda Indonesia yang tidak kalah dengan dia. Bahkan yang berprestasi lebih pun banyak. Namun Baegawi saat ini menjadi sedikit orang muda yang saya kenal yang telah berhasil menguatkan kakinya untuk berlari di bidang yang ia tekuninya. Dan ia juga berhasil memberdayakan anak-anak muda lainnya dalam timnya untuk melakukan hal yang sama. Kreatif dan berkarya positif bagi kepentingan orang banyak, meskipun tetap dibungkus dalam kerangka bisnis.

NB : Hanya Hayalan

sosok


Bawegawi MS lebih dikenal sebagai anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Kiprahnya di BRTI ternyata tidak membuatnya kapok untuk menjadi bagian dari sebuah badan yang menentukan kebijakan seputar regulasi ini, meskipun masa jabatannya akan segera berakhir. Namun, tidak hanya melamar kembali posisi anggota BRTI, Baegawi juga mengikuti seleksi Komisi Informasi Pusat (KIP).

DUNIA HAYALAN. hee....

Taktakan: Desa Sayar Manfaatkan IT Untuk Tingkatkan SDM Dan Perekonomian

Dukung Terus Kades SAYUTI, SE

E-mail Cetak PDF
Kepala Desa Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang sangat antusias menerima tiga unit komputer beserta fasilitas internet yang diterima langsung dari Gubernur Banten, Rt. Atut Chosiah, SE, saat memperingati Hari Sumpah Pemuda 2008, baru-baru ini. Baginya ini merupakan kesempatan untuk memanfaatkan teknologi informasi agar aktivitas pemerintahan desanya bahkan ekonomi masyarakatnya dapat menjadi lebih baik.
Kepala Desa Sayar : SAYUTI, SE sebagaimana yang dikabarkan www.mediaindonesia.com, menyatakan akan memanfaatkan perangkat komputer beserta fasilitas internet ini untuk kepentingan masyarakat dalam membangun desa melalui pendayagunaan teknologi untuk meningkatkan potensi SDM dan pembangunan desa.


Untuk mengarahkan pemanfaatan TI secara produktif maka perlu digalang kekompakan di semua lini, mulai dari aparat desa, mitra desa, masyarakat desa, serta pemerintah daerah sendiri. Sehingga tercapai peningkatan sarana dan prasarana yang menjadi aset desa, serta peningkatan SDM dan perekonomian masyarakat Desa Sayar, tegas Baegawi, S.Kom.


Langkah awal adalah sosialisasi penggunaan komputer dan internet kepada masyarakat sekitar, agar masyarakat sadar bahwa saat ini adalah era teknologi yang serba modern.


Fasilitas ini nantinya tidak akan digunakan sendiri tetapi akan mengikutsertakan masyarakat untuk mengenal teknologi dan informasi, sehingga masyarakat desa Sayar bisa berkembang dan membangun daerahnya lebih baik, tambah Baegawi.
Martin Simamora (uwes_oben@yahoo .com Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya )

Nb : Berita Hayalan "mudah-mudahan" bisa seperti itu

TINGKATKAN SDM DESA SAYAR


Wakil Ketua DPR A. Muhaimin Iskandar mendesak pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan perbaikan ekonomi masyarakat pedesaan. Alasannya, terbukti masyarakat pedesaan kini terus menghadapi kesulitan dan kemiskinan serta jumlah pengangguran yang terus meningkat.

"Kesejahteraan dan perbaikan ekonomi masyarakat pedesaan belum menjadi prioritas. Penggalian dana dari sektor kelautan dan alokasi APBN yang konkret dan langsung dirasakan masyarakat belum ada,” ujar Muhaimin Iskandar pada wartawan disela-sela acara syukuran kemerdekaan seusai mengikuti pidato kenegaraan PresidenSusilo Bambang Yudhoyono di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Rabu (16/8).

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar pemerintah memprioritaskan kesejahteraan bagi masyarakat pedesaan dan daerah-daerah tertinggal, serta memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam laut sebagai salah satu sumber utama peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, kepedulian pada kesejahteraan rakyat itu tidak cukup dilihat dari pelaksanaan program subsidi bantuan langsung tunai (BLT) BBM selama setahun 2008 ini untuk 19,2 juta rumah tangga miskin. Program itu meski ada manfaatnya, namun tidak mengurangi kemiskinan dan pengangguran.

Pada tahun 2008 ini pemerintah telah memberikan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar 9 tahun kepada 29,4 juta murid setara SD dan 10,5 juta murid setara SMP miskin.

Untuk jenjang pendidikan menengah atas atau setara SMA disediakan beasiswa kepada 698 ribu lebih pelajar miskin. Saat ini jumlah murid setara SD sebanyak 41 juta anak dan murid setara SMP sebanyak 6,4 juta orang. Jumlah itu telah melampaui target yang akan dicapai pada ajaran 2007/2008. (agew)